<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><!-- generator="wordpress/1.5.1-alpha" -->
<rss version="0.92">
<channel>
	<title>Perjalanan Nafas</title>
	<link>http://asmara.blogsome.com</link>
	<description>Just another WordPress weblog</description>
	<lastBuildDate>Thu, 20 Jul 2006 02:54:54 +0000</lastBuildDate>
	<docs>http://backend.userland.com/rss092</docs>
	<language>en</language>

	<item>
		<title>astaghfirullah</title>
		<description>	Kata itu harusnya ｂukan cuma di bibir ini,
	Harusnya hati ini ikut menangisi serpihan-serpihan dosa
	yg terserak mengotori ruang-ruangnya&#8230;.
	Harusnya hati ini sedih karena lalai dari hakikatnya
	Kenapa&nbsp; hati&nbsp; ini??? Mungkinkah sudah membatu???
	Duhai pemilik hati, tetapkanlah hati ini agar senantiasa ingat padamu,
	hiasilah hati ini dengan taat padaMu&#8230;.
	&nbsp;Agar hati ini bisa menangis kembali karenaMU&#8230;&nbsp;
 </description>
		<link>http://asmara.blogsome.com/2006/07/20/astaghfirullah-2/</link>
	</item>
	<item>
		<title>Tersadar</title>
		<description>	Kadang dengan mudah ku terlena
	Oleh rasa yg tiada menjadikan diri ini lebih baik
	Terkadang aku lupa siapa aku, untuk apa aku disini
	sampai tersesat jauh dalam buaian angan palsu&#8230;
	tapi Tuhan masih sayang aku&#8230;
	sebab aku segera tersadar&#8230;bahwa nafas ini hadir untukNya..
	bahwa diri ini hanya budakNya&#8230;
	yg mengabdi dan terus mengabdi&#8230; 
	hingga kesadaran diri sudah ...</description>
		<link>http://asmara.blogsome.com/2006/07/18/tersadar/</link>
	</item>
	<item>
		<title>Dewasa</title>
		<description>	Kadang sulit untuk dicerna apakah diri ini sudah dewasa?
	Pernah diri ini merasa begitu dewasa sehingga hilang sisi-sisi ceria remaja,
	dang tak jarang diri ini merasa bukan sebagai diri sendiri.
	&nbsp;
	Ketika mencoba untuk menjadi tak dewasa,
	ada sedikit nuansa ceria yg tak pernah terasa,
	namun ada juga protes yg mendera, dan menuntut tuk kembali dewasa.
	&nbsp;
	Inginnya ...</description>
		<link>http://asmara.blogsome.com/2006/06/21/dewasa/</link>
	</item>
	<item>
		<title>Bersahabat dengan Kenyataan</title>
		<description>	Kenyataan adalah kepahitan
	Kenyataan adalah kepiluan 
	Kenyataan adalah penderitaan
	Kenyataan adalah tangisan
	Namun kenyataan juga kebahagiaan
	kenyataan juga keceriaan
	kenyataan juga kesenangan
	kenyataan juga tawa
	hidup adalah kenyataan yg harus diterima
	diterima dengan suka maupun terpaksa&nbsp;
	dan akhirnya
	adalah sebuah keniscayaan 
	untuk bersahabat dengan kenyataan&nbsp;
 </description>
		<link>http://asmara.blogsome.com/2006/06/13/bersahabat-dengan-kenyataan/</link>
	</item>
	<item>
		<title>Inginnya</title>
		<description>	Inginnya aku jadi suami, suami yg bijaksana
	Inginnya aku jadi ayah, ayah yg penuh keteladanan
	Inginnya aku jadi sesuatu yg bermakna untuk orang2 yg aku cintai,
	tapi kadang aku capek dengan keinginanku,
	Inginnya aku berhenti dari keinginanku itu
	sehingga aku tak hanya mampu berangan
	Inginnya aku bisa mewujudkan&#8230;&nbsp;
 </description>
		<link>http://asmara.blogsome.com/2006/05/19/inginnya/</link>
	</item>
	<item>
		<title>Yang tak pernah kumengerti</title>
		<description>	Yang tak pernah kumengerti, kenapa aku begitu mudah terlena, oleh angan2 dunia, sehingga membutakan semua.
	Kadang harapan terlalu menjulang, hingga tangan tak mampu meraih, walau aku tahu ada kekuatan di atas Sana yg bisa merengkuh asaku tuk mencapai puncak itu.
	Tapi&nbsp; yang tak pernah aku mengerti kenapa aku lupa semua itu, kenapa ...</description>
		<link>http://asmara.blogsome.com/2006/05/19/yang-tak-pernah-kumengerti/</link>
	</item>
	<item>
		<title>Selamat Tinggal Bayang-Bayang</title>
		<description>	Di saat lelah hatiku
	Hadir bayang itu dalam mimpiku
	Seolah mau menyapaku kembali
	dengan janji bahagia yg semu
	&nbsp;
	Tapi segera kuberlari menjauhi bayangan itu
	Mengejar pelita yg setia menemaniku
	Tuk menarikku dari bayang itu
	Namun semakin berlari, bayangan itu semakin mengejarku
	Hingga aku lelah dan terhenti,
	Sambil kupeluk pelitaku erat-erat, 
	dan kulepaskan hatiku penuh&nbsp;
	dan kubuka logika jiwaku,
	sambil berkata:Ah itu ...</description>
		<link>http://asmara.blogsome.com/2006/04/19/selamat-tinggal-bayang-bayang-2/</link>
	</item>
	<item>
		<title>Hidup Itu Pilihan</title>
		<description>	Hidup itu pilihan
	Pilihan tuk Menoleh ke depan atau ke belakang
	Pilihan tuk Memilih Yang Terbaik dari yang baik
	Pilihan tuk Menerima atau menolak
	Pilihan tuk Marah atau memaafkan
	Pilihan untuk memilih atau tak memilih
	&nbsp;
	Semua ada ditangan kita sang pemilih
	Cuma ada satu pertanyaan tuk dijawab oleh sang pemilih
	Pilihan ini untuk siapa, berarti untuk dialah kita ...</description>
		<link>http://asmara.blogsome.com/2006/04/19/hidup-itu-pilihan/</link>
	</item>
	<item>
		<title>Hello world!</title>
		<description>	Welcome to asmara at Blogsome. This is your first post. Edit or delete it, then start blogging!
	An email has been sent to you giving you details how to login to the administration section. From there you can change the design by clicking on the tab MANAGE and then click on ...</description>
		<link>http://asmara.blogsome.com/2006/04/18/hello-world/</link>
	</item>
</channel>
</rss>
